Indonesia memiliki sejumlah merek lokal yang sering disangka sebagai produk asing karena nama dan citranya yang internasional. Berikut adalah beberapa di antaranya:
- Polytron Perusahaan elektronik yang didirikan pada 18 September 1975 di Kudus, Jawa Tengah, awalnya bernama PT Indonesian Electronic & Engineering. Polytron memproduksi berbagai perangkat elektronik seperti televisi, kulkas, dan speaker.
- J.CO Restoran donat dan kopi ini sering dianggap berasal dari luar negeri karena tampilannya yang modern dan bersaing dengan merek global. Namun, J.CO adalah bagian dari Johnny Andrean Group, perusahaan Indonesia yang membuka gerai pertamanya pada Mei 2006.
- Eiger Merek perlengkapan outdoor ini mengambil nama dari gunung Eiger di Swiss, sehingga banyak yang mengira produk ini berasal dari luar negeri. Eiger didirikan pada 1989 dan memproduksi perlengkapan seperti tas, jaket, dan sandal. Produk Eiger telah menembus pasar internasional seperti Jepang, Filipina, dan Lebanon.
- The Executive Merek fashion ini dikenal luas di Indonesia dan sering disangka produk asing karena kualitas dan desainnya yang modern. The Executive diproduksi oleh PT Delami Garment Industries yang berbasis di Bandung dan telah menembus pasar Asia Tenggara.
- Krisbow Krisbow dikenal sebagai merek peralatan teknik dan perlengkapan rumah tangga yang sering ditemukan di gerai Ace Hardware dan Informa. Nama Krisbow diambil dari singkatan nama pendirinya, Krisnandi Wibowo, putra pendiri Kawan Lama Group, Wong Jin.
- Terry Palmer Merek handuk berkualitas tinggi ini sering disangka produk asing. Nama Palmer berasal dari Palmerah, lokasi pabrik pertama kali berdiri. Terry Palmer diproduksi oleh PT Indah Jaya sejak 1962 dan telah menembus pasar Eropa dan Jepang.
- HokBen Restoran cepat saji dengan menu khas Jepang ini sering dianggap berasal dari Jepang. HokBen, sebelumnya dikenal sebagai Hoka Hoka Bento, mulai beroperasi pada 1985 di Jakarta di bawah PT Bogainti. Meskipun namanya dibeli lisensinya dari Jepang, operasional dan pengembangannya sepenuhnya dilakukan oleh perusahaan Indonesia.
- Holland Bakery Dengan nama yang mengingatkan pada Belanda, banyak yang mengira Holland Bakery adalah merek asing. Namun, toko roti ini adalah asli Indonesia dan telah beroperasi sejak 1978, menawarkan berbagai produk roti dan kue berkualitas tinggi.
- Buccheri Merek sepatu dan tas kulit ini sering disangka berasal dari Italia karena namanya yang bernuansa Italia. Buccheri didirikan pada 1980 dan telah menjadi salah satu merek alas kaki terkemuka di Indonesia.
- GT Radial GT Radial adalah merek ban yang diproduksi oleh PT Gajah Tunggal Tbk, perusahaan ban terbesar di Indonesia. Produk GT Radial telah diekspor ke lebih dari 130 negara dan sering disangka sebagai merek asing karena kehadirannya di pasar internasional.
- SilverQueen Cokelat legendaris ini telah ada sejak 1950 dan diproduksi di Garut, Jawa Barat. Kombinasi cokelat dan kacang mede yang khas membuatnya populer, namun banyak yang mengira produk ini berasal dari luar negeri.
- Hammer Merek pakaian kasual ini sering disangka produk asing karena namanya yang umum dalam bahasa Inggris. Hammer adalah merek lokal yang menawarkan berbagai pakaian kasual untuk pria dan wanita.
- Lea Jeans Dengan nama yang mirip merek denim internasional, Lea Jeans sering disangka produk asing. Padahal, Lea Jeans adalah merek lokal yang menawarkan produk denim berkualitas sejak 1976.
- CFC (California Fried Chicken) Meskipun namanya mengandung kata “California,” CFC adalah restoran cepat saji asli Indonesia yang didirikan pada 1983 di Jakarta. Awalnya memegang waralaba dari Amerika Serikat, namun sejak 1989, CFC sepenuhnya mengembangkan produk dan mereknya sendiri.
- La Fonte Merek pasta dan saus ini sering dianggap berasal dari Italia karena namanya yang bernuansa Italia. La Fonte diproduksi oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk dan telah menjadi pilihan utama konsumen Indonesia untuk produk pasta.
Merek-merek di atas menunjukkan bahwa produk lokal Indonesia mampu bersaing di pasar domestik dan internasional dengan kualitas yang tidak kalah dari produk asing.
Tinggalkan Balasan